Laa Tusrifuu
Akhirnya selesai juga pemilu di Indonesia. Alhamdulillah. Setelah hampir beberapa bulan media dan lembaga riset mengeluarkan berbagai analisa mulai dari siapa capres dan wapres yang akan dijagokan oleh masing-masing partai, partai mana yang akan memperoleh suara terbanyak hingga koalisi seperti apa yang akan terjadi. Menjelang pemilu kemarin tuh mungkin banyak calon pemilih maupun partisipan kader yang sakit hati (termasuk gw haha..), yang semangat 45 (pengusaha sablon dan percetakan :p), yang bermuka dua, yang lesu, yang udah lah ya ga penting gw ini golput, yang bingung, yang sinis dan berbagai reaksi lainnya.
Simpatisan dari partai-partai pun juga ga mau kalah, mereka mulai getol untuk mendukung partai yang dipilihnya. Sayang seribu sayang, terkadang cara kampanye nya ini agak lebay jadi Black campaign/negative campaign dan positive campaign tuh udah ga bisa di bedain lagi. Setiap kali buka FB selalu deh postingan nya itu.. Twitter, even display picture BBM dan personal messages nya juga berubah ke gambar partai atau calon capres yang diidamkan.
Sebenarnya ga masalah juga mereka seperti itu dan itu sudah hak tiap warga negara untuk bebas mengeluarkan pendapat mereka. Tetapi yang terkadang buat geleng kepala kalau udah mulai ke SARA. Ini asli ganggu banget. Menurut gw mah ya, sebagai NKRI yang memiliki landasan Pancasila harusnya kita menghormati calon pemimpin dari kalangan dan pemeluk agama apapun. Selama mereka tetap memegang teguh agama nya dan takut kepada Tuhan YME pasti akan jujur dan amanah koq. Kecuali
orang-orang atheis yang memang tidak pernah mengenal Tuhan dan tidak
memiliki kejelasan untuk menggantungkan hidupnya kemana.Toh tidak ada jaminan calon pemimpin yang beragama mayoritas memiliki jiwa kepimpinan seperti Khulafaur Rasyidin.
Btw, hasil quick count saat gw posting tulisan ini mungkin saja udah final dan kita sudah bisa melihat siapa yang memiliki kesempatan untuk ikut terlibat dalam membawa Indonesia ini ke arah yang lebih baik. Tidak perlu ada nada sinis lagi yang membahas mengenai SARA ataupun integritas calon pemimpin dan partai yang akan berkoalisi di Pilpres mendatang. Percaya saja bahwa yang terpilih tersebut memang pilihan terbaik untuk bangsa saat ini. Jika ia lalai ataupun berbakti sudah ada pembalasan yang disediakan oleh-Nya untuk dia tuai nanti.
So please.. jangan lebay dan sombong kawan :)
“Laa Tusrifuu, Innallaaha laa yuhibbul musrifiiin”
(Janganlah berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan)
QS al-A’raf:31
“Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. An Nahl: 23)



Comments
Post a Comment